Ruwaim bin Ahmad Al Baghdadi: Ulama' Ahli Qur'an dan Guru Tasawuf


Ruwaim bin Ahmad Al Baghdadi: Ulama' Ahli Qur'an dan Guru Tasawuf


Syahadat.id - Seiring perkembangan zaman modern seperti ini adalah kemudahan untuk mengakses informasi, berita bahkan data, sayangnya tak diimbangi dengan daya kritis yang tinggi dengan menerima berita atau data tanpa adanya cross check terlebih dahulu sehingga merugikan dirinya sendiri. 

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah seseorang terlalu fanatik kepada salah satu ustadz atau penceramah, tokoh agama yang dianggap sempurna sehingga ia terlena, menerima doktrin ajaran tanpa adanya daya kritis, ini benar atau salah, sesuai kondisi atau tak sesuai situasi. Maka penting memilih seorang guru, ustadz yang benar-benar alim ilmunya bukan hanya pandai dalam berceramah saja tetapi mampu menceramahi dirinya sendiri dengan mempraktekkan ilmu yang telah ia miliki.

Imam al-Baghawi dalam tafsirnya yang berudul Ma’alim At-Tanzil menjelaskan tentang ciri-ciri seseorang yang memiliki ilmu yang mendalam dan patut dijadikan panutan dimasyarakat.

الراسخ في العلم من وجد في علمه أربعة أشياء: التقوى بينه وبين الله، والتواضع بينه وبين الخلق، والزهد بينه وبين الدنيا، والمجاهدة بينه وبين نفسه. 

Orang yang mendalam ilmunya adalah orang yang memiliki empat hal ini. Pertama, selalu mengarahkan diri untuk selalu bertakwa kepada Allah. Kedua, selalu menanamkan pada dirinya untuk selalu bersikap rendah hati kepada Allah. Ketiga, tak terlalu terlena akan urusan dunia. Keempat, selalu berusaha mengarahkan diri agar tak terbujuk nafsu syahwat yang ada pada dirinya.

Baca juga: Sumber-Sumber Ilmu Tasawuf


Dari sini dapat dipahami bahwa orang yang berilmu mendalam akan selalu berusaha mengarahkan kebaikan yang tertuju kepada Allah terutama ia selalu berusaha menata hati terlebih dahulu, tak mudah mencela orang yang berbeda dengan dirinya baik dari kalangan murid, santri maupun dari masyarakat sekitar. Ia sadar bahwa lingkungan sekitar merupakan anugerah Tuhan yang harus dilestarikan dengan merubah tradisi yang kurang serasi menjadi sebuah inovasi dan solusi dari segala sisi kehidupan.

Lebih mudahnya orang yang pantas ditiru prilaku dan perbuatannya adalah orang yang benar seorang guru (bisa digugu dan ditiru) ucapannya bisa dijadikan pegangan dan konsisiten dalam beramal serta selalu memiliki jiwa kasih sayang, serta tak mudah emosi apalagi sering mencaci maki. 

Ruwaim bin Ahmad Al Baghdadi: Ulama' Ahli Qur'an dan Guru Tasawuf

Salah satu ulama' yang ahli dalam bidang Al Qur'an sekaligus menjadi Ulama' yang pakar dalam dunia tasawuf adalah Ruwaim bin Ahmad Al Baghdadi. Beliau dilahirkan di Baghdad, Irak dan wafat pada tahun 303 H.

Menurut Syeh Abdurrahman As Sulami dalam kitab Tabaqat As Sufiyah menjelaskan bahwa Imam Ruwaim bin Ahmad termasuk ulama' yang beraliran ahlussunah wal jamaah dan termasuk sufi besar pada abad ke 3 H.

Sedangkan menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah menjelaskan bahwa imam Ruwaim termasuk pakar Al Qur'an juga ahli fikih madzhab Abu Dawud adz-Dhahiri.

Baca juga: Imam Ahmad bin Khadrawih Al Balhi: Tokoh islam yang Peduli Fakir Miskin


Diantara pemikiran tasawufnya tentang konsep mahabbah yaitu 


اﻟﻤﻮاﻓﻘﺔ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﺣﻮاﻝ


Mahabbah yaitu kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ajaran dalam segala kondisi.


Konsep mahabbah imam Ruwaim diatas sangat menginspirasi bagi banyak orang terutama orang yang mengaku cinta kepada Allah dan Rasulnya harus sesuai dengan ajaran-ajaran agama bukan dari pengaruh hawa nafsu.


Dari sini, ulama'-ulama' dahulu selalu mengedepankan rasa sayang kepada manusia bukan mengedepankan emosi bahkan caci maki.