Maulid Nabi: Sarana Refleksi Diri Agar menjadi Pribadi yang Baik

 

Ust. Sholihan memimpin tahlil saat Maulid Nabi
Foto: Ust. Sholihan memimpin tahlil saat Maulid Nabi

Syahadat.id - (Depok, 09/10/2023). Acara Maulid Nabi Muhammad memang membawa keberkahan tersendiri bagi semua kalangan pejabat atau rakyat, kyai maupun priyayi, santri atau non santri.


Semua duduk bersama merasakan kesyahduan dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad beserta mendengar siraman rohani tentang sirah Nabawiyyah (perjalanan hidup Nabi).


Acara Maulid Nabi Muhammad diadakan oleh Pengurus RT.07 RW. 10 Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok secara semarak dan khidmat.


Foto: Suasana ibu muslimah dalam acara Maulid Nabi
Foto: Suasana ibu muslimah dalam acara Maulid Nabi


Subhi selaku ketua acara dalam sambutannya menjelaskan:


baca juga:

Orang yang Paling Dekat Rasulullah serta Keistimewaan Shalawat As-Sa'adah


"Acara Maulid Nabi Muhammad ini sukses berkat kekompakan semua pihak mulai remaja, bapak-bapak maupun kalangan ibu-ibu walau persiapannya beberapa hari saja."


Foto: grup rebana dalam acara Maulid Nabi
Foto: grup rebana dalam acara Maulid Nabi


Hal senada juga disampaikan Wahid Riyadin selaku ketua RT.07 RW. 10 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok.


Ia menegaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad merupakan ajang silaturahmi antar warga supaya lebih kompak dan tercipta lingkungan yang damai dan bermartabat.


Hikmah Maulid Nabi Muhammad


Moh Afif Sholeh selaku penceramah dalam acara Maulid ini mengingatkan  perlunya peranan orang tua berperan aktif dalam mengenalkan putra-putrinya akan kehidupan Nabi Muhammad.


Foto: Ust. Moh Afif Sholeh menyampaikan ceramah Maulid Nabi
Foto: Ust. Moh Afif Sholeh menyampaikan ceramah Maulid Nabi


Lebih lanjut, ia mengupas sisi kehidupan Nabi Muhammad dalam bergaul dengan masyarakat sehingga menjadi tatanan yang baik.


baca juga:

Manfaat Shalawat Fatimah Az Zahra, Lirik dan Artinya


Dalam kesempatan ini, ia mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik


 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَتَى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صَوْمٍ وَلَا صَدَقَةٍ وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ


Artinya: "Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Kapankah hari Kiamat terjadi wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Apa yang telah kau persiapkan untuknya?" laki-laki itu menjawab; "Aku belum mempersiapkan banyak, baik itu shalat, puasa ataupun sedekah, namun aku hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya." Lantas beliau bersabda: "Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai." (HR. Bukhari).


Dari hadis ini, penceramah mengupas bahwa walau seseorang kurang dalam beribadah baik sholat, puasa, sedekah dan lainnya asal bermodalkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya niscaya seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai.


Bila seseorang cinta kepada Nabi Muhammad dibuktikan dengan berusaha mengikuti sunnahnya niscaya kelak bisa dekat dengan sang Nabi.


Di antara bukti seseorang cinta kepada Nabinya adalah dengan memperbanyak shalawat kepadanya terutama dengan sarana Maulid Nabi.


Betapa satu shalawat yang dibaca niscaya Allah menurunkan sepuluh rahmatnya kepada orang tersebut.


Sungguh beruntung menjadi umat Nabi Muhammad walau umurnya pendek namun mampu mengalahkan umat sebelumnya. (Mas)