![]() |
Foto bersama di Bedugul, Bali |
BALI–SEMARANG, 2–7 November 2026 – Ada banyak hal yang tidak cukup dipelajari hanya melalui buku. Ada sejarah yang perlu disaksikan, budaya yang perlu dikenali, keindahan alam yang perlu dinikmati, dan pengalaman hidup yang harus dirasakan secara langsung. Berangkat dari semangat itulah SMA Islam Cikal Harapan 1 Yayasan Permata Sari menyelenggarakan kegiatan Study Tour Bali–Semarang pada 2–7 November 2026.
Mengusung tema “Belajar, Berkarya, Bertumbuh Bersama”, kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para siswa untuk keluar sejenak dari rutinitas pembelajaran di sekolah dan memasuki ruang belajar yang lebih luas: kehidupan nyata.
Perjalanan ini bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain. Lebih dari itu, para siswa diajak membuka mata terhadap kekayaan Indonesia, memperluas wawasan, membangun persahabatan, serta mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab.
Bali: Belajar dari Keindahan, Budaya, dan Sejarah
![]() |
| Foto bersama di GWK, Bali |
Pulau Bali menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan edukatif ini. Dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, Bali menghadirkan banyak pelajaran berharga bagi generasi muda.
Di Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul, siswa dapat menyaksikan perpaduan keindahan alam pegunungan dan arsitektur tradisional yang menjadi salah satu ikon Pulau Dewata.
Perjalanan berlanjut ke Garuda Wisnu Kencana (GWK), sebuah kawasan monumental yang memperlihatkan kekuatan kreativitas, seni, dan kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa.
Di Monumen Bajra Sandhi, siswa diajak mengenal jejak perjuangan masyarakat Bali. Sementara itu, Pantai Melasti, Pantai Kedonganan, dan Tanah Lot menghadirkan pengalaman menikmati pesona alam Indonesia yang luar biasa.
Tak ketinggalan, kunjungan ke Krisna Oleh-Oleh Blangsinga menjadi kesempatan untuk mengenal produk kreatif dan potensi ekonomi lokal yang berkembang melalui sektor pariwisata.
Setiap destinasi menyimpan cerita. Setiap cerita menghadirkan pengetahuan. Dan setiap pengetahuan menjadi bekal untuk memahami Indonesia dengan lebih baik.
Semarang: Menyusuri Jejak Sejarah, Merawat Ingatan Bangsa
Dari keindahan Bali, perjalanan edukatif berlanjut ke Semarang. Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Lawang Sewu, bangunan bersejarah yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan perkeretaapian Indonesia.
Di tempat ini, siswa berkesempatan mengenal lebih dekat warisan sejarah dan arsitektur kolonial yang menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Mengenal sejarah bukan sekadar mengingat peristiwa masa lalu. Sejarah mengajarkan kita memahami perjuangan, menghargai jasa generasi terdahulu, dan mengambil pelajaran untuk membangun masa depan.
Belajar Kehidupan Melalui Perjalanan
Salah satu hal paling berharga dari kegiatan Study Tour adalah kesempatan untuk belajar tentang kehidupan.
Berada dalam perjalanan bersama teman dan guru mengajarkan siswa arti kedisiplinan, kebersamaan, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian. Mereka belajar menghargai waktu, mengikuti aturan, menjaga kebersihan, serta saling membantu dalam berbagai situasi.
Ada pelajaran tentang kemandirian ketika harus mengatur kebutuhan pribadi. Ada pelajaran tentang komunikasi ketika berinteraksi dengan orang lain. Ada pula pelajaran tentang persahabatan ketika kebersamaan menjadi bagian dari setiap perjalanan.
Inilah pendidikan yang tidak selalu tertulis dalam buku pelajaran, tetapi sangat penting dalam membentuk kepribadian.
Empat Bekal Menuju Generasi Masa Depan
Kegiatan Study Tour Bali–Semarang 2026 membawa empat semangat utama, yaitu:
Edukasi: Memperluas wawasan melalui pengalaman dan pengamatan langsung.
Kolaborasi: Membangun kebersamaan, solidaritas, dan kemampuan bekerja sama.
Eksplorasi: Mengenal keberagaman budaya, sejarah, alam, dan potensi daerah.
Inspirasi: Menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan motivasi untuk meraih masa depan.
Keempat nilai tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara sosial dan memiliki karakter yang kuat.
Pulang Membawa Cerita, Pengalaman, dan Pelajaran
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perjalanan tidak hanya diukur dari banyaknya tempat yang dikunjungi atau foto yang berhasil diabadikan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa banyak pelajaran yang diperoleh dan seberapa besar pengalaman tersebut memberikan perubahan positif bagi diri seseorang.
Siswa mungkin akan kembali dengan galeri foto yang penuh kenangan. Namun, harapannya, mereka juga pulang membawa wawasan baru, persahabatan yang semakin erat, pengalaman yang berkesan, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang.
SMA Islam Cikal Harapan 1 Yayasan Permata Sari meyakini bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan pengalaman kehidupan.
Karena masa depan tidak hanya dibangun dari apa yang dipelajari di dalam kelas, tetapi juga dari bagaimana seseorang melihat dunia, memahami kehidupan, dan mengambil hikmah dari setiap pengalaman.


