Doa Nabi Yusuf yang Perlu Dicermati

 

doa
Doa Nabi Yusuf


Syahadat.id - Salah satu Nabi yang dikenal ketampanannya adalah Nabi Yusuf bin Ya’kub bin Ishak bin Ibrahim. Namanya diabadikan dalam al-Qur’an sebagai sebuah nama Surat yaitu Surat Yusuf, Surat ke dua belas. 

Di dalam surat itu banyak mengkisahkan tentang lika-liku kehidupannya sampai menjadi seorang penguasa. Terutama kesabaran beliau menghadapi saudara-saudaranya yang dengki atau iri hati membuahkan hasil yang gemilang.

Nabi Yusuf sebagai seorang Nabi berharap agar akhir hayatnya dalam keadaan baik, serta dikumpulkan dengan orang yang baik juga setelah urusan keduniawiaan telah ia rasakan mulai dari jabatan, tahta, wanita, bahkan ia diberikan kelebihan yang orang lain tak memilikinya, yaitu kemampuan dalam menafsirkan sebuah mimpi.

Doanya berbunyi:

 رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ (101

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh”. (QS. Yusuf:101).

shaleh
Shaleh


Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya doa ini dipanjatkan Nabi Yusuf ketika ia sudah merasakan semua kenikmatan dunia, mulai bertemu dengan kedua orang tua dan saudara-saudarnyanya yang terpisah darinya beberapa tahun lamanya, juga diberikan kedudukan yang tinggi sebagai seorang Nabi dan seorang raja.

Baca juga:


Kemudian ia meminta kepada Allah agar diakhiri hayatnya dalam keadaan muslim, juga dipertemukan dengan orang-orang yang shaleh yaitu para Nabi dan Rasul terdahulu.

Menurut Imam Ar-Razi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Nabi Yusuf berharap kelak ketika meninggal dalam keadaan islam atau tunduk dan patuh kepada ketentuan Allah disertai rasa keikhlasan dan  lapang dada.

Semoga kita diberikan kenikmatan dunia dan Allah mengakhiri hayat kita dalam keadaan Khusnul Khatimah.